Sedikit peduli pada lingkungan
Sampah, ngeri-ngeri sedap dengernya. Dulu di lingkungan tempat tinggalku orang masih gampang buang sampah, tanah masih luas. Sekarang sudah mulai agak sulit. Yang dulunya tanah kosong sekarang sudah menjadi rumah. Dan kebanyakan full dengan bangunan tanpa menyisakan tanah kosong sebagai halaman. Yang dulu kalo buang sampah tinggal di samping rumah kemudian dibakar kini harus keluar cukup jauh.
Dan paling sebel kalo
sampah-sampah itu di campur aduk, semua masuk kantong plastik, mulai dari
makanan basi, kertas, plastik, dan apapun. Diikat kuat kemudian di buang.
Untuk sampah-sampah plastik
biasanya dll, biasanya ada kalangan tertentu yang mau menerima seperti tukang
rongsok. Tetapi untuk sampah-sampah makanan basi tukang rongsok mana mau. Ini
sampah yang satu ini saya punya trik yang mungkin berguna.
Untuk
rumah yang punya lahan lebih saat membuangnya dengan cara melubangi tanah
kemudian dikubur. Cara ini cukup efektif untuk menghalau bau yang dihasilkan
oleh makanan basi tersebut. Selain itu juga dapat berfungsi sebagai pupuk
organik. Permasalahanya bagaimana dengan rumah yang tidak punya halaman. Salah
satu metode yang bisa digunakan adalah dengan menanam bunga atau tanaman lain
menggunakan pot ukuran besar. Setiap ada makanan basi maka kita buat lubang
pada tanah dalam pot tersebut kemudian masukan makanan basi tadi dan kita urug
kembali. Jika ada limbah makanan sisa atau basi lagi maka kita buat lubang
disampingnya. Tentunya ini hanya bisa dipraktekkan untuk umah yang limbahnya
tidak terlalu banyak. Saya sudah mempraktekan kegiatan ini, dan cukup membantu
menangani sampah makanan sisa. Dari pada dibuang dengan memasukannya kedalam
plastik, diikat, lalu dibuang.

Thankyu...
BalasHapus